Skip to content
April 3, 2008 / dasarburung

Pohon Bungur di belakang perpus pusat ITB

nih bekas tebangannyah

nih dia bekas tebangan pohonnyah

Di belakang perpustakaan pusat ITB, dahulu terdapat satu pohon yang menjadi birdspot favorit sayah. Pohon itu adalah pohon bungur (Lagerstroemia sp). Ketika pengamatan (birdwatching), saya dapat menjumpai hingga 5 jenis burung bertengger pada pohon ini pada waktu yang bersamaan.Menariknya, meskipun berbarengan masing-masing burung tidak saling mengganggu aktivitas burung lainnya seolah sudah ada kesepakatan bahwa pohon ini milik bersama. Burung-burung yang kerapkali ditemukan di pohon bungur ini adalah burung ungkut-ungkut, caladi tilik, kutilang, punai, tekukur,dan  serindit jawa (burung yang hanya terdapat di pulau jawa/ras jawa). Karena posisinya yang tidak terhalang gedung tinggi, pada pagi hari para burung berjemur dan melakukan aktivitasnya masing-masing. Ada yang merapikan bulu, mencari makan di kulit batang (golongan caladi/pelatuk), ada yang bersuara nyaring (ungkut-ungkut) dll. Pokoknya jika pagi hari suasana di pohon itu sangat ramai.
Sayangnya, pohon ini ditebang oleh pihak ITB. Saya sendiri tidak tahu alasan pasti penebangan pohon ini. Yang jelas, ketika pengamatan burung di kampus ITB ini, saya cukup kesulitan untuk menemukan jenis burung serindit jawa dan golongan burung punai. Sepertinya kedua jenis burung ini cukup pemilih dalam menentukan tempat favoritnya. Burung serindit jawa sendiri menurut Birdlife International berstatus Near Threatened (Mendekati Terancam punah). Burung unik ini termasuk burung paruh bengkok yang perilakunya menarik untuk diamati. Warna bulunya hijau, dengan ciri khas bulu berwarna kuning pada bagian tenggorokannya. Serindit jawa mencari makan dengan mengelupas kulit-kulit batang yang remah, memakan pucuk-pucuk daun dan buah-buahan. Serindit jawa mengelupas kulit batang/ranting pohon di seluruh bagian. Tak heran, ia seringkali terlihat melakukan atraksi akrobatik dengan menggelantung seperti kelelawar tidur sambil mengupasi batang/ranting. Karena perilaku unik inilah serindit jawa sering disebut dengan Yellow-throat hanging parrot.
Meskipun sekarang cukup sulit ditemukan bertengger, serindit jawa masih dapat dijumpai hilir mudik dengan suaranya yang khas, seperti suara logam “shringgg…”
Ah, mudah-mudahan suatu saat saya bisa melihatnya bertengger. Hanya foto serindit jawa yang belum masuk ke koleksi foto saya.

  1. 4raptor / Apr 23 2008 6:12 am

    informamtif…

  2. rime / Mei 10 2008 6:10 pm

    ini pohon favorit saya juga da.. baru nyadar kalo dah ditebang,, tara lewat dinya sih..

    btw, mana foto unpad? naha ITB wae? maneh pindah kampusnya? :p

  3. ahmad / Mei 11 2008 6:42 am

    halah kacow
    tuan rumah aja kagak taw kalow itu puun udah ditebang……
    kamana wae ateuuuuuh…..^^

    foto unpad? ke lah loba
    ngan can kaburu diposting
    ITB we heula
    mamanas tuan rumah
    hehehe

  4. Harjo / Jun 19 2008 4:33 am

    Koq belum di update …😀
    di tungguin neh …

  5. dasarburung / Jun 19 2008 9:14 am

    maap nih mas harjo
    kmaren tabulasi data burung sama pohon sebandung….lumayan …fiuh…ampir seminggu ngerjain tabulasinya doang. mana ujan ga da ojek…hehehe…mana ngerjainnnya teh dari jam 9 pagi ampe jam sepoloh malem
    jadi aja ngga keburu ngapdet
    3 minggu sebelumnya di lapangan
    tunggu yaaa…
    ^^

  6. catra / Agu 23 2008 2:30 am

    di itb udah banyak yang berubah ya mas??? katanya dulu ga seperti ini

  7. dasarburung / Agu 26 2008 11:22 am

    ITB mah tetep aja ky dl.cm pohon ini aja yg ilang.pdhl asik bgt ngliat bbrp jenis burung pada 1 pohon.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: