Hirundo rustica has arrived to West Java

•Oktober 1, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Located at masjid al-musa’adah, Ciranjang Cianjur, West Java

in the middle of the street, roost on electric cables

FOTO-FOTO BIRDS OF PARAHYANGAN 1

•Juli 22, 2009 • 1 Komentar

langsung aja ke TKP yaahh^^

http://ashoff.multiply.com/photos/album/43/BIrd_of_Parahyangan_1

KACAMATA BIASA

•Februari 25, 2009 • & Komentar

Bismillah…

kacamatahohoho… kali ni saya bakalan mengupas *emang pisaaang?* tentang si burung yang bernama Kacamata Biasa yang punya nama alias Zosterops palpebrosus.

Kenapa dinamain Kacamata? Yaa soale si burung ini punya buletan gede yang berwarna putih di sekitar matanya. Jadi mirip-mirip kacamata gitu deeh. Liat noh potonyah. Trus kenapa ada kata “biasa”nya? Yaa.. sepertinya kata biasa itu buat membedakan spesies burung ini dengan burung kacamata lainnya. Soalnya, jenis burung kacamata itu beragam. Ada kacamata biasa, ada kacamata gunung, daan laen-laen. Beda-bedanya cuma dikit. Misalnya aja yang satu warna kakinya abu-abu yang satu lagi ngga. Wuihhh lumayan lieur yah *mengusap keringat*. Ngga lagi, cuman perlu latian aja kok buat bisa ngenalin yang 1 dengan yang lainnya. Ya, latian yang sangat banyaak.Hehehe…

Burung kacamata termasuk burung yang senang berkelompok. Dengan riang, ia bersama teman-temannya terbang kesaana kemari. Bukan hanya untuk bermain, namun juga mencari makan. Oia, tahukah kalian apa makanan burung ini? Tentu tidak. Kan saya beri combantrin *eh, ini mah iklan yak^^* Makanannya ntu (yang paling sering saya amatin ajah) biasanya berupa sari madu bunga ama serangga. Nah, tentu saja untuk mengamati burung ini mencari makan, kita harus mengamatinya pada pagi hari atau sore hari dimana itulah waktu yang paling sering mereka gunakan untuk mereka mencari makanan. Baydeuwey, burung ini suka sekali makan ulat loh. Sering sekali saya amatin burung kacamata ini cari makan di pohon Kisabun (Fillicium decipiens) loncat-loncat di sepanjang dahannya buat nyari ulat. Gimana engga? pohon Kisabun kan suka banyak-banyak ulatnya gitu deh. Heuheu..jadi geli bayangin ulet.

Terkadang, si burung kacamata ini juga nyerbu kerimbunan pohon Kaliandra (Caliandra spp) buat menghisap madu sari bunganya. Mulai dari jumlah satuan sampe puluhan. sampai-sampai ranting-rantingnya melengkung digelayuti banyak burung. Menarik sekali.

Di Bandung sendiri, burung kacamata biasa ato suka disebut Oriental white-eyes sama orang asing, dapat kita jumpai hampir di semua tempat. Entah di taman, sekolahan bahkan pusat perbelanjaan. Yang penting ada pohon dengan kriteria tadi yaitu memiliki bunga yang dapat dihisap madunya dan berpotensi sebagai sarang ulat. hihihi…

Nah, dari beberapa paragraf diatas kita bisa menyimpulkan bahwa

1. Burung merupakan mekanisme alam yang diciptakan Tuhan buat menjaga kestabilannya. Salah satu caranya adalah mengendalikan jumlah hama serangan sehingga tidak terjadi ledakan populasi (over populasi).

Kebayang, kalo ngga ada burung ulet-ulet itu bakalan tambah banyak dan kita bisa mati gara-gara geli. Hehehe.. ya bayangin lah sendiri. Bisa-bisa lagu inget kamu-nya Maia Ahmad liriknya berubah. ” Aku mau makaan, ingat ulet. Aku mau minum, juga kuinget ulet….blablablananana…” Hihihi…

2. Penting neh. Karena si burung kacamata tadi doyannya menghisap sari bunga. Maka ketika makannya,benang sari yang ada pada bunga tersebut menempel dan terbawa pada bulunya. Selanjutnya jatuh ketika dia makan di bunga yang lain. So, terjadilah perkawinan pada bunga tersebut. Nah, atas jasa si burung ini terjadilah bunga-bunga yang indah dipandang mata. Muantaaf bukaaan? Yang beginian ini kalo di ilmu biologi dikenal dengan nama ornitokori atawa penyerbukan yang dibantu oleh burung. Kawaii…^^

Oke-oke…palagi yah yang blom diceritain. Oia, di Indonesia sendiri, burung ini tersebar mulai dari pulau Sumatera, Jawa, Bali, Sumbawa hingga Flores.Trus foto yang ada di postingan ini diperoleh ketika penelitian RTH (Ruang Terbuka Hijau) di GOR Pajajaran Bandung ama di kampus Unpad Jatinangor.

Kalo kalian ada yang bingung, tanyai aja yah coz postingannya selesai disini ^^. Wehehe.. Sampai jumpaaa.

I’m back^^

•Februari 18, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Duh,uda lama g ngapdet blog ini lg. Lg sibuk2nya si. Trutama sekarang lg terkonsentrasi di Saung Angklung Udjo buad penataan kawasan ama Pendidikan Lingkungan Hidup buat para pemain angklung yang mostly bocah-bocah. Tp ada juga deng mbak-mbak ama emak-emak.
Ok d. Next,sayah bakalan posting tentang deskripsi jenis2 burung yang ada pada tulisan d blog ini byar siapapun yang menyengaja kesini atau yang iseng atau juga yang numpang ngadem bisa ikut menghayati tulisan-tulisan di blog ini *halah*. Ya,maksudnya byar ngerti gt. Dan mudah2an ada manfaat yang dapat diperoleh. Amiin. Sampai jumpa. Tulisannya nyusul yak^^

Burung-burung di kawasan IPAL Bojongsoang

•Februari 5, 2009 • & Komentar

Assalamu’alaykum
senang sekali saya bisa posting lagih disini
berhubung lagi mayan sibuk jadinya blog ini telat-telat aja di update
oke deh, langsung aja
kali ini saya mau ngajak pembaca ke suatu kawasan di Bandung Selatan. Jaraknya sekitar 20 menit dari tol buahbatu. Kawasan ini merupakan kawasan penampuang air kotor dari Kota Bandung. Kawasan apakah itu? Yup, dialah IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah) miliknya PDAM yang terletak di daerah Bojong Soang.
Apa yang menarik dari kawasan ini?
Selain memang fungsinya untuk mengelola air limbah, di kawasan ini juga ternyata menyimpan kekayaan hayati yang lumayan. Dari beberapa kali kunjungan, tercatat sekitar 35 spesies burung yang mewakili beberapa kelompok seperti raptor (burung pemangsa), nectarinivor (burung pengisap madu), insectivor (Burung pemakan serangga) hingga jenis burung air. Lumayan lengkap bukan?
Yang menarik, kawasan ini juga menjadi salah satu kawasan persinggahan burung-burung pengembara (migran) dari belahan bumi yang lain. ada sekitar 7 spesies burung migran disini. Mulai dari jenis burung kicuit, kekep babi, hingga jenis burung air seperti trinil pantai.Ada lagi yang tak kalah menarik. Di kolam-penampungan air dijumpai jenis bebek-bebekan. Buat saya pribadi, ini menjadi temuan yang menarik karena untuk pertama kalinya saya menjumpai bebek liar di Bandung sendiri. Bebek ini adalah Red Throated Little Grebe (nama lokalnya saya belum cari tau). Bebek ini hanya dijumpai satu ekor saja (padahal menurut literatur, bebek ini berkoloni atau berpasangan). Menarik sekali mengamati perilaku bebek ini, selain berpindah-pindah dengan cepat, bebek ini PINTAR MENYELAM!!!
Dia mencari makan dengan cara menyelam ke dalam kolam. Makanya, di sela-sela pengamatan waktu lebih banyak digunakan untuk mengamati bebek ini.
Selanjutnya, saya juga mau cerita tentang trinil pantai. Sesuai namanya, burung ini pada umumnya dijumpai di kawasan lahan basah di pesisir. Burung pengembara ini sempat tercatat perjumpaannya di daerah lahan basah Gedebage dan Ranca sepat. Namun kali ini, saya menjumpai secara langsung di lahan basah seputaran IPAL Bojongsoang. Burung ini teramati sedang mencari makan di gundukan lumpur dengan jumlah 4 ekor. Berdekatan, teramati pula jenis layang-layang asia ( Hirundo rustica) yang sedang bertengger.
Terakhir, saya mau cerita tentang Serak Jawa (Tyto alba). Ternyata di bagian atap kantor IPAL terdapat koloni burung pemangsa yang populer di masyarakat SUnda dengan nama KOreak. Burung ini mulai keluar ketika hari telah gelap. Ketika itu saya mencoba mengamati sekitar pukul 18.45, burung ini sudah terbang berseliweran. Kenapa saya katakan demikian, sebab memang frekuensi lewatnya sangat sering. iseng-iseng saya coba hitung (dengan mengabaikan berbagai faktor), kurang lebih tercatat sekitar 20 individu. Namun tentu saja untuk mendapatkan jumlah akurat perlu menggunakan metode tertentu.
Selanjutnya (lagi?), hehehe.. saya mau berbagi tentang temuan kali ini, ini dia………daftar burung di IPAL Bojong soang. Buat yang penasaran n amu coba pengamatan, hubungin aja kita-kita okeh^^
oia, kali ini saya juga coba nyantumin nama lokalnya juga (Sunda), jadi urutannya nama lokal/nama sunda/nama ilmiah

1. Kekep babi/manuk buah/ Artamus leucorhyncos
2. Burung gereja Eurasia / manuk golejra / Passer montanus
3. Cabe jawa / manuk cabe / Dicaeum trochileum
4. Raja udang kalung biru /………………../
5. Boncol jawa / piit / Lonchura leucogastroides
6. Wiwik kelabu / sirit uncuing / Cacomantis merulinus
7. Cici padi / ………………./ …………………
8. Layang-layang Asia /……………../ Hirundo rustica
9. Cinenen pisang / cinitnit / Orotthomus sutorius
10. Cinenen jawa /……………../ Ortothomus sepium
11. Cinenen kelabu / Ciblek / Ortothomus ruficeps
12. Kicuit abu / Entod leuncang / Motacilla cinerea
13. Kicuit hutan / entod leuncang / Motacilla
14. Puyuh batu / manuk puyuh / Coturnix chinensis
15. Tekukur / tikukur / Streptopelia chinensis
16. Kareo padi / Hahayaman / Amaurornis phoenicurus
17. Caladi ulam / manuk caladi / Dendrocopus macei
18. Burung madu Sriganti / congcring / Nectarinia jugularis
19. Blekok sawah / belekok /
20. Bambangan merah / ………………../ Ixobrychus cinnamomeus
21. Merbah cerukcuk / jogjog / Pycnonotus goavier
22. Remetuk laut /………………../ Gerygone sulphurea
23. Burung madu kelapa / …………../
24. Serak jawa / Koreak / Tyto alba
25. Kowak-malam abu / Koak / Nycticorax nycticorax
26. Bentet loreng / Toed / Lanius tigrinus
27. Bentet coklat / Toed / Lanius cristatus
28. Kerakbasi besar / …………………/ Acrocephalus orientalis
29. Cipoh kacat / cipeuw / Aegithina tiphia
30. Cikrak bambu
31. Trinil pantai / …………….. / Actitic hypoleucos
32. Gemak loreng / puyuh / Turnix suscitator
33. Kerak kerbau / kerak / Acridotheres javanicus
34. Red throated little grebe
Lain-lainnya yang belum lengkap insya alloh saya susulkan.
sampai ketemu lagi ^^

Tinggal 5 Hari menuju Lomba Desain Blog HCPSN 2008 Tingkat Provinsi Jawa barat

•September 24, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

MULTIEVENT PERINGATAN HARI CINTA PUSPA DAN SATWA NASIONAL 2008 TK PROVINSI JAWA BARAT : LOMBA DESAIN BLOG

•September 14, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

LOMBA DESAIN BLOG HCPSN 2008 TK PROVINSI JABAR

Tema Umum :
Puspa dan Satwa Indonesia, Mari kenali lebih dekat !
Sub Tema :
1. Puspa & Satwa Jabar yang terancam punah
2. Kearifan lokal, model hidup ramah lingkungan
3. Pendidikan Lingkungan Hidup, mencintai puspa dan satwa sejak dini
4. Ancaman hilangnya puspa dan satwa Jabar akibat perubahan iklim
5. Penangkaran, sebuah usaha menjaga keanekaragaman hayati

Target Kegiatan :
 Pembentukan Portal Lingkungan Jawa Barat
Target Peserta :
 Umum

Ketentuan Umum Lomba
1. Lomba terbuka untuk umum
2. Peserta lomba adalah Warga Negara Indonesia (WNI)
3. Peserta bebas menggunakan hosting-hosting blog gratis: Blogger, Multiply, WordPress, dll., atau menggunakan hosting berbayar.
4. Peserta hanya diperkenankan mendaftarkan 1 (satu) blog saja
5. Peserta bebas berkreasi untuk mengembangkan tema lomba sejauh tidak dimaksudkan untuk menyerang pribadi, mengeksploitasi pornografi atau memicu konflik SARA
6. Blog yang memuat hal tersebut diatas (poin 5) dengan sangat menyesal akan kami batalkan keikutsertaannya di lomba ini.
7. Entri blog pemenang lomba sepenuhnya menjadi milik panitia dengan lisensi materi : Creative Common Attribution ShareALike. Blog terpilih akan dikelola menjadi portal lingkungan Jawa Barat
8. Bagi bloger aktif yang berminat untuk berpartisipasi, posting dimuat dalam satu katagori khusus

Ketentuan khusus lomba
1. Blog peserta bersifat terbuka (tidak menyaratkan login terlebih dahulu untuk melihat konten)
2. Isi blog dibatasi hanya pada tema umum dan sub tema lomba saja
3. Blog memuat minimal 5 artikel dengan atau tanpa gambar/foto
4. Bahasa yang digunakan sebagai pengantar adalah Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda
5. Setiap blog wajib memasang banner lomba desain blog Hari Cinta Puspa dan Satwa   Nasional 2008 di blog masing-masing. Banner dapat diambil di blog bicons
6. Peserta yang mendaftar akan mendapatkan nomor  id yang wajib dicantumkan di akhir postingan. Nomor id dapat dilihat di blog bicons

Dasar Penilaian
1. Orisinalitas karya
2. Kesesuaian isi dengan tema lomba
3. Kebenaran informasi
4. Desain/Layout blog (kemudahan navigasi, pemasangan widget dll)

Juri
1. BPLHD Jabar (Ahmad Efrizal, WebMaster dan Pakar IT BPLHD Jabar)
2. Wartawan (Deni Yudiawan, Wartawan Harian Umum Pikiran Rakyat)
                  3. Blogger (Ikhlasul amal, Praktisi IT dan Bloger)
     4. Kepala BPLHD Jabar(Dr.Ir.Setiawan Wangsaatmaja, Dipl.SE,M.Eng)

Hadiah
     1. Juara 1 : Rp.1.500.000 + Trophy Gubernur + Sertifikat
2. Juara 2 : Rp. 700.000 + Trophy BPLHD + Sertifikat
3. Juara 3 : Rp. 500.000 + Trophy Bicons + Sertifikat

Pengumuman pemenang kompetisi desain blog ini akan dilakukan pada acara pembukaan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2008 Tingkat Jawa Barat pada tanggal 7 November 2008

Pendaftaran
Daftarkan segera weblog anda dengan mengisi data-data sebagai berikut :

Nama Lengkap    :
Umur     :
Pekerjaan     :
Alamat Lengkap    :
No Telepon yang bisa dihubungi  :
URL Blog yang dilombakan  :

Peserta dapat melakukan pendaftaran via e-mail ke bicons2000@yahoo.com
atau datang langsung ke sekretariat bicons di Jl. Paledang no.21 Cibeureum, Bandung.

Peserta wajib mengisi data diri dengan sebenar-benarnya.

Peserta tidak dipungut biaya apapun (gratis)

info lainnya bisa dilihat disini

Cikrak Kutub, jauh-jauh dari Arctic ke Bandung

•Juni 20, 2008 • & Komentar

Burung ini pertama kali saya amati pada tanggal 4 Juni 2008. Ketika itu saya dan teman-teman sedang melaksanakan kegiatan rutin kami di hari minggu yaitu SBW (Sunday Bird Watching) di Taman Ganeca. Lagi anteng2nya kita pengamatan, tiba2 dikejutkan oleh ributnya beberapa ekor burung gelatik batu kelabu yang rupa-rupanya memasuki musim kawin. Ada sekitar 3/4 ekor burung jantan yang mengejar-ngejar si betina. MAsing-masing burung jantan itu show of force buat melelehkan hati si betina *halah-halah*
Nah di sela-sela perburuan saya dengan si kamera dapet minjem nih buat mengabadikan momen mengharukan tersebut *halah berlebihan*, saya melihat 1 ekor burung yang ngga biasa (maksudnya karena saya blom pernah liat gt). Burung ini lagi berburu makanan di kerimbunan pohon Kisabun (Filicium decipiens).
Langsung ajah saya grusakgrusuk buat ngambil gambar si burung. Nah, disinilah jeleknya kamera digital. Beberapa gambar yang saya ambil malah ngga fokus ke objeknya(si burung). Malah bekgronnya ajah yang keliatan jelas. Walhasil, hanya beberapa gambar aja yang lumayan rada jelas.
Oia, saya belum ngenalin si burung ini. Namanya CIKRAK KUTUB dengan nama gayanya Phylloscopus borealis.
Ukuran tubuhnya lumayan besar. sekitar 12 cm . Burung ini berbiak di Arctic (buset dah eh subhanalloh) dan subArctic Eurasia. Nah, pada musim dingin mereka hijrah (migrasi) ke negara tropis buat ngehindarin musim dingin tersebut. Indonesia sendiri, menurut Morten Strange, merupakan batas tujuan migrasi paling ujung (paling selatan) dari si CIKRAK KUTUB ini.
So, kebayang khaan segimanong jauhnya burung sekecil ini bermigrasi.Amazing! Two Thumbs Up dech buat si CIKRAK KUTUB.
oia, karena merupakan burung migran, burung ini CUMA bisa dijumpain di BUlan SEPTEMBER ampe MARET ajah. Nah..nah..bulan yang lainnya gimana? ya kaga ada lah, pan dianya mah balik lagi ke sonoh, ke negara asalnyah.

Sikatan bubik, burung migran ASia

•Juni 20, 2008 • & Komentar

Selanjutnya, saya kepingin posting juga tentang beberapa jenis burung migran berukuran kecil yang acapkali melewati Taman Ganeca dan berdiam beberapa lama sebelum meneruskan perjalanannya dalam rangka migrasi menghindari musim dingin di negara asalnya.
Yang pertama, saya bakalan nginpormasiin *halah..norak banget bahasanya* tentang burung yang dikenal dengan nama SIKATAN BUBIK. Saya blom tau kenapa dinamain demikian. Dalam bahasa inggrisny sendiri burung ini dinamain ASIAN BROWN FLYCATCHER. Pemberian nama ini didasarkan pada sebarannya yang terdapat di Asia Timur dan kawasan asia lainnya, bulunya yang berwarna coklat dan kebiasaannya memakan serangga seperti lalat.
Burung ini bisa kita jumpain pada musim migrasi burung ( Bulan September-Maret). Sejauh ini saya baru nemuin burung ini di Taman Ganeca ajah. PAda musim migrasi ini mereka bisa dijumpai di kawasan taman berpindah-pindah dalam jarak dekat. Ya, burung ini setahu saya mah jarang bertengger dan duduk diam dan manis. Paling mudah diamati ketika makan. Cara makannya menarik untuk diamati.
Pertama-tama, kita bakalan ngeliat burung ini diam dengan tenang atau clingak-clinguk di ranting tempat dia bertengger. Selanjutnya tiba-tiba dia terbang menyambar sesuatu dan kembali ke ranting dimana dia bertengger sebelumnya. Hal ini dilakukannya berkali-kali. Mirip dengan bumerang yang kalo dilemparin balik lagi ke pemiliknya.
Sikatan bubik memiliki bulu yang berwarna coklat pada bagian atas tubuhnya serta sayap. Sedangkan pada bagian perut dan dadanya berwarna keabuan. Yang menjadi ciri khas *buat saya pribadi* selain bulunya yang coklat, burung ini bisa dibedain dari bentuk matanya yang bolotot (belo, matanya gede red.). Makanya kalo pas pengamatan tiba2 nemuin burung yang nyamber serangga n balik lagi ke tenggerannya, biasanya selanjutnya saya liat pake binokuler buat memperjelas warna bulu dan melihat matanya. hehehe…
biar ga penasaran ama penampakan bentuknya ni saya kasih potonya buat pembaca sekalian.
Oia, poto ini didapat di Taman Ganeca Bandung

Remetuk laut, si burung kecil eksis

•Juni 20, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Bismillahirrohmanirrohim
Akhirnyah sayah bisa kembali posting menjumpai temen-temen semuah
kali ini saya bakalan mengupas tentang salah satu jenis burung yang tidak umum dijumpai di tengah perkotaan *menurut saya*
Burung itu bernama Golden bellied Gerygone (Golden=keemasan,bellied=belly=perut) alias Remetuk Laut.
Kenapa saya bilang ga umum dijumpai di kota, sebab sayah nemuinnya di kawasan pesisir, tepatnya di kerimbunan pohon bakau (mangrove)
Burung ini berukuran kecil, sekitar 9 cm. Berwarna kuning keemasan pada bagian perutnya *yaa..ngga emas-emas amat sih, tapi warna itu digunain buat identifikasi jenis*, sementara bagian atas tubuhnya berwarna abu-abu. Jadi lumayan keliatan kontras. Temen2 bisa ngeliat bagaimana kecilnya ukuran si remetuk laut kalo dibandingin ama burung gereja. Poto diambil di samping Gedung Kimia ITB.
Di KOta Bandung sendiri, setelah kemarin saya dengan beberapa rekan mencoba mengakumulasi jenis-jenis burung si Bandung, ternyata si remetuk laut ini lumayan eksis. Burung ini saya jumpai pada beberapa daerah, diantaranya adalah :
1. Kampus ITB dan Taman Ganeca
2. Kampus Unpad Dipati Ukur
3. GOR Pajajaran di Jalan Pajajaran
4. Halaman Masjid HAbiburrahman PT.Dirgantara Indonesia, Pajajaran
5. Halaman Kantor Bank BNI, depan Kantor BPLHD JAbar (Jl.Naripan)
dll (beberapa lokasi lainnya lupa)
Burung Rametuk laut ini suaranya sangat nyaring. Sekalinya atau beberapa kali kita mendengar suara burung ini, kita dapat mengidentifikasinya dengan mudah pada perjumpaan berikutnya. Bukan apa-apa, kenyaringan suaranya tuh bikin kita bisa denger dari kejauhan (mudah-mudahan nanti bisa saya postingin juga suara si remetuk ini).So, menurut sayah burung ini paling eksis di seputaran BAndung (eksis karena suaranya)
Oia, burung ini termasuk burung yang lincah banget. Biasanya dia berpindah dari pohon ke pohon sambil bersuara. Makanya, buat yang demen moto-moto mah, si burung ini teh lumayan susah dipotonyah. Kamera kudu standby. Kalo udah kedengeran suaranya buru-buru deh jabanin tuh burung soalnya pindah2nya lumayan cepet. Lagian burung ini gak termasuk burung yang doyan rame-ramean alias banyakan. Biasanya dijumpain 1-3 ekor saja.
Si Remetuk laut ini *ato kalo pengamat burung di bandung mah bilangnya si Gerygone (berasal dari nama ilmiahnya Gerygone sulphurea)* termasuk katagori burung flycatcher alias tukang nangkep lalet. Alhamdulillah, di satu kesempatan saya ngedapetin ada anakan gerygone yang masih blajar2 gitu bsuara ama cari makannya.Buru2 deh saya ambil kamera, jebret2 saya ambil brapa frame. Nah di salah satu gambar yang saya dapet, si gerygone kecil ini ternyata lagi menggondol *halah..prasaan menggondol mah buat barang yang berukuran besar* atau apa yang istilahnya…mmmm…udahlah istilahnya menjepit lalet dengan paruhnya.
Ada yang kelupaan, si gerygone ini punya kebiasaan yang cukup unik juga. Kalo di Taman Ganeca dia suka muter-muterin taman. So, kalo kita (saya ama anak Bicons) lagi pengamatan n ngdenger suaranya, saya buru2 ngambil kamera n ngikutin kemana dia pergi *halah bahasanya..*.
Kalo ada yang penasaran ama suaranya, ketik aja keywordnya “Gerygone sulphurea” biasanya di web-web nya suka ada suaranya (ga semua web).Setelah kamu dengerin kamu bisa asoygeboycirgobanggocir langsung menuju ke TKP buat nyocokin suara burung ini ama aslinya. Oia, suaranya oke juga buat dijadiin ringtone loh! ^^
Last,
Buat kamu barudak Bandung atau yang mo berkunjung ke Bandung n pengen mengetahui salah satu keajaiban penciptaan berupa beragam burung yang hidup bebas di alam, kamu-kamu bisa ikutan jadwal pengamatan kita. BIcons punya agenda rutin pengamatan burung (birdwatching) di Taman KOta Bandung Setiap Hari minggu pagi mulai j7.30-selese (biasanyamah ampe j 12an coz beres pengamatan suka diterusin sama ta’lim atau diskusi). 3 Hari minggu pertama biasanya bertempat di Taman Ganeca dan 1 minggu terakhir qt pengamatan di Taman lain. Kadang2 kita juga ada agenda jalan-jalannya ke hutan gt buat ngamatin burung yang lebih banyak dan beragam jenisnya.
so, tarik jabrigggggggg!!!!!!!!